
SELATAN.JAKARTA.GO.ID
Terbit: Jun 21, 2017
Ruang
Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Nusantara Ulujami menjadi salah satu
tempat RPTRA, yang berbeda dari biasanya. RPTRA yang terletak di Jl.
Inspeksi Kali Pesanggrahan RT. 004/07, Kelurahan Ulujami, Kecamatan
Pesanggrahan, Kota Administrasi Jakarta Selatan itu, kerap mengadakan
kegiatan-kegiatan yang positif bagi warga setempat, terutama mengenai
seni budaya.
Salah satu kegiatan budaya tersebut adalah "Ngeliwet Seni Budaya", yang
digelar bersama dengan para seniman, kaum dhuafa, serta tokoh
masyarakat pada Senin (19/6). Pengelola RPTRA Nusantara Ulujami Azis
mengatakan, dalam acara ini para peserta menampilkan beberapa pentas
seni budaya, seperti Tadarus Puisi,Beatbox Betawi, Silat Beksi, Lagu Perjuangan serta Pentas Teater.
"Para peserta dan pengunjung RPTRA sangat antusias mengikuti kegiatan
tersebut serta terlibat langsung pada setiap materi pertunjukan yang
dipentaskan," katanya, Rabu (21/6). Azis menjelaskan, acara "Ngeliwet
Seni Budaya" ini diawali dengan pembacaan Tadarus Puisi oleh Komunitas
Seni Pesanggrahan, dilanjut dengan menyanyikan Lagu Perjuangan yang
dinyanyikan oleh Kolaborasi Sanggar Anak RPTRA dan Komunitas Seni
Lengkong, serta dilanjut lagi dengan penampilan Beatbox Betawi oleh Bang Omen Dkk.
"Setelah masuk waktu bedug Maghrib kegiatan dihentikan sejenak sambil
berbuka puasa dengan es kelapa dan sepiring siomay melepas dahaga bagi
peserta yang sedang beribadah puasa," tambahnya. Aziz menambahkan, acara
tersebut dilanjutkan dengan Atraksi Silat Beksi Dasar Hadji Godjali
yang disertai dengan pemberian bingkisan oleh Pengelola RPTRA Nusantara
Ulujami dan tokoh masyarakat kepada kaum dhuafa.
"Setelah itu disusul penampilan Pentas Teater Spektakuler oleh Kantor
Teater yang menyajikan naskah "Fermentasi Hujan Dalam Sepatu". Naskah
ini adalah semacam kumpulan teks aforisme yang tidak linier, yang tidak
menuntut hubungan sebab-akibat. Keterkaitan setiap teks ada di perasaan
para aktor itu sendiri. Maka kemampuan menafsir teks secara dalam
menjadi sangat penting sebagai pintu masuk bagi tubuh untuk mencipta
peristiwa," tandasnya.
Sesuai dengan nama acara, Kegiatan ini ditutup dengan “ngeliwet” atau
makan bersama sekaligus mengucap penuh rasa syukur untuk mengungkapkan
nilai kebersamaan di bulan Suci Ramadhan 1438 H. (KIP JS)

Komentar
Posting Komentar